Sabtu, 10 Januari 2009

The Internal Audit Committee:

The Internal Audit Committee:
Internal Audit Oversight
Roles and Responsibilities

Over the years, the roles and responsibilities of boards of directors — specifically, of the board’s audit committee, if in existence — have become increasingly demanding and scrutinized. While today’s audit committee must encompass a level of financial literacy, independence, and knowledge about risk management and internal control; individual audit committee members must be deeply committed, highly experienced, and fully qualified in order to effectively carry out their varied responsibilities.
Among the many important roles the audit committee plays within an organization, is to provide Internal audit oversight. While — at first glance — this role might not appear to be terribly complex or time-consuming, further consideration reveals that the reality is the antithesis of simplicity. And as internal auditing’s contribution to effective organizational governance has evolved and become increasingly acknowledged and revered, the audit committee’s understanding of internal audit value, processes and procedures, strengths and weaknesses, and potential has escalated exponentially. As such, best practice indicates that the audit committee should define in its charter the scope of its relationship with the internal auditors, and should work to enhance
its oversight ability — subsequently strengthening the internal audit activity.
Quality-oriented audit committees beget quality-oriented internal audit activities. But the return on investment goes both ways. The internal auditors also can be an important resource for audit committee enhancement. They do this by reviewing the audit committee charter, providing timely information on new legislation and regulations, and fulfilling the role of educator to audit committee members.

Internal Audit Komite:
Internal audit oversight
Tugas dan Tanggung Jawab

Selama bertahun-tahun, peran dan tanggung jawab khusus dari jajaran direksi, dari jajaran komite audit, jika ada - telah menjadi semakin menuntut perhatian. Sementara saat ini perhatian komite audit harus meliputi tingkat finansial, independensi, dan pengetahuan tentang manajemen risiko dan kontrol internal; individu anggota komite audit harus sangat berkomitmen, sangat berpengalaman, dan sepenuhnya memenuhi syarat untuk melaksanakan tanggung jawab mereka secara efektif. Di antara banyak peran penting perhatian komite audit dalam sebuah organisasi, adalah untuk memberikan pengawasan internal audit. Sementara peran ini mungkin tidak muncul menjadi sangat kompleks atau menghabiskan waktu, dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan menunjukkan bahwa realitas ini tidak bisa sederhana. Dan sebagai internal audit dan kontribusinya kepada organisasi yang efektif dan telah berkembang menjadi semakin diakui, komite audit harus memahami, proses dan prosedur, kekuatan dan kelemahan, dan potensi audit internal. Oleh karena itu, best practice menunjukkan bahwa komite audit harus menentukan ruang lingkup dalam Audit carter hubungan dengan internal auditor, dan harus bekerja untuk meningkatkan kemampuan melihat secara menyeluruh - kemudian memperkuat aktivitas audit internal.
Komite audit berorientasi kepada kualitas - audit internal berorientasi pada kegiatan. Tetapi pada intinya investasi berjalan baik. Internal auditor juga bisa menjadi sumber daya penting untuk komite audit. Hal in dilakukan dengan melihat audit committee carter, informasi tentang peraturan perundang-undangan baru, dan memenuhi peran pendidik anggota komite audit.

Minggu, 28 Desember 2008

Persamaan dasar akuntansi

Persamaan dasar akuntansi

Jenis-Jenis Perusahaan
Terdapat 3 jenis perusahaan yang beroperasi untuk menghasilkan laba, yaitu:
1. Perusahaan Manufaktur
Mengubah input dasar menjadi produk yang dijual kepada pelanggan.
Cth : Coca Cola
2. Perusahaan Dagang
Menjual produk kepada pelanggan namun tidak memproduksi barangnya sendiri, tetapi membeli dari perusahaan lain.
Cth: Wal-Mart, Carrefour
3. Perusahaan Jasa
Menghasilkan jasa untuk pelanggan
Cth. Disney
Persamaan Akuntansi
Aktiva (Assets) = Kewajiban (Liabilities) + Ekuitas Pemilik (Owner’s Equity)
Kumpulan Akun dalam entitas usaha disebut buku besar (ledger). Daftar akun dalam buku besar disebut bagan akun (Charts Of Account).
Klasifikasi Akun
Aktiva (assets) adalah sumber daya yang dimiliki oleh entitas bisnis atau usaha.
Cth : Kas (Cash), Piutang Usaha (Account Receivable), Perlengkapan (Supplies), Beban dibayar dimuka (Prepaid Expenses) seperti asuransi, bangunan (Building), Peralatan (Equipment), Tanah (Land), dan Hak Paten.
Kewajiban, adalah utang kepada pihak luar (kreditor).
Contoh :Utang usaha, Wesel bayar, utang gaji, pendapatan diterima dimuka (unearned revenue) yaitu pendapatan yang sudah diterima tetapi jasa belum diberikan sehingga mengakibatkan kewajiban kepada pembeli. Contoh : Uang kuliah yang diterima oleh perguruan tinggi pada awal semester
Ekuitas Pemilik, adalah hak pemilik terhadap aktiva bisnis
Pendapatan adalah peningkatan ekuitas pemilik yang diakibatkan oleh proses penjualan
barang atau jasa kepada pembeli.

Beban, adalah biaya yang sudah habis manfaatnya, atau aktiva atau jasa yang digunakan dalam proses menghasilkan pendapatan.
Cth Bagan Akun (Charts Of Accounts)
Akun Neraca ( Balance Sheet)
1. Aktiva
1.1 Kas (Cash)
1.2 Piutang Usaha (Account Receivables)
1.3 Perlengkapan (Supplies)
1.4 Asuransi Dibayar dimuka (Prepaid Insurance)
1.5 Tanah (Land)
1.6 Peralatan Kantor (Office Equipment)
2. Kewajiban (Liabilities)
2.1 Utang Usaha (Account Payable)
2.2 Wesel Bayar (Notes Payable)
2.3 Hutang Pajak (Tax Payable)
2.4 Pendapatan Diterima dimuka (Unearned Revenue)
3. Ekuitas Pemilik
3.1 Modal Pemilik (Owner’s Equity)
3.2 Penarikan Oleh Pemilik (Prive)
Akun Laba-Rugi
4. Pendapatan
4.1 Pendapatan Jasa
5. Beban
5.1 Beban Upah ( Salary Expense)
5.2 Beban Sewa ( Rent Expense)
5.3 Beban Lain-Lain (Other Expense)

Persamaan dasar akuntansi
Aktiva = Hutang + Modal
Saldo Normal Akun
.......................................................Kenaikan.......................Penurunan
(Saldo Normal)
Akun Neraca
.....Aktiva........................................Debit...............................Kredit
.....Kewajiban.................................Kredit..............................Debit
.....Ekuitas Pemilik
..............Modal...............................Kredit..............................Debit
..............Penarikan/Prive.............Debit...............................Kredit
Akun Laporan Laba-Rugi
.....Pendapatan..............................Kredit..............................Debit
.....Beban........................................Debit................................Kredit
Kenapa Prive saldo normal di debet ? Karena akun prive merupakan kontra akun dari modal. Modal bertambah di kredit sehingga pengurangnya adalah Prive.

Jumat, 26 Desember 2008

Internal Audit Value Added / Internal Audit Bernilai Tambah

In English
PROFILE OF INTERNAL AUDIT DEPARTMENT VALUE ADDED
1. Experienced staff:
Not employee volunteer
Level experience a high Being from
multidisciplinary science
Experienced in the field of business operations
skilled in data analysis
Professional (certified)
Added to be selective with Outsourching
2. Organization in line with the business line
3. Has a network with other managers in the company
4. Active on the tasks of the Head of the company
5. Risk Assessment and Audit Planning is a process-based Real Time.
6. Quick response to the request management
7. Internal Control Training
8. Products / Services Internal Audit include:
Audit process on risk based audit
Review before implementation
Use of Self Assessment
Soft Control
Hard Control
9. Cultural value added:
Partnership, not itself
Trainer, Coach and consultant on Internal Control
Each people always look for opportunities to improve business

Dalam Bahasa Indonesia

PROFIL INTERNAL AUDIT DEPARTEMENT YANG BERNILAI TAMBAH
1. Staf yang berpengalaman :
Bukan pegawai magang
Tingkat pengalaman yang tinggi
Berasal dari multidisiplin ilmu
Berpengalaman di bidang operasi bisnis
Trampil dalam analisis data
Profesional (bersertifikasi)
Diperkaya dengan Outsourching secara selektif
2. Pengorganisasian sejalan dengan line bisnis
3. Memiliki jaringan kerja (network) dengan manajer lainnya di Perusahaan
4. Aktif dalam tugas-tugas dari Pimpinan perusahaan
5. Risk Assessment dan Audit Planning berdasar-kan proses Real Time.
6. Cepat tanggap terhadap permintaan manajemen
7. Pelatihan Internal Control
8. Produk /Jasa Internal Audit meliputi :

Proses Audit berdasarkan pertimbangan resiko
Review sebelum implementasi
Penggunaan Self Assessment
Untuk Soft Control
Untuk Hard Control
9. Budaya Nilai Tambah :
Kemitraan, bukan jalan sendiri
Trainer, Coach dan konsultan mengenai Internal Control
Setiap Orang selalu mencari peluang-peluang untuk meningkatkan bisnis

Jumat, 12 Desember 2008

Three classifications Financial Ratio / TIGA KLASIFIKASI UTAMA RASIO KEUANGAN

There is a simple three (3) ratio which is always used in financial analysis:
Solvency ratio
Profitability ratio
Activity solvency
Solvency Ratio
The company's ability to fulfill all the obligations of short-term and long on time
The company's ability to meet all financial obligations when the company Liquidition
Luquidity
The ability of the Company to pay short-term obligations on time
Current Ratio:
(Assets smoothly/ Debt smoothly) X 100%
Quick Ratio
( (Assets smoothly - supplies)/ Debt smoothly) x 100%
Solvency Ratio
Long Term
((Current Assets + Fixed Assets)/Total debt) x 100%
Debt to Equity Ratio:
(Capital/ Total debt ) X 100%
Profitability Ratio
The ratio of income to measure the financial potential of a company
1.Result of Sales
2.Result of Investment
3.Profit per Share
RESULTS OF SALES
The profitability ratio indicate Percentage incomes
INCOME Net / SALES
RESULTS FOR INVESTMENT
Profitability ratio that measures the performance of the earned income for each of the rupiahs in investation
INCOME Net / TOTAL CAPITAL
EARNINGS PER SHARE
Measure the amount of dividends that can be paid by the company to shareholders
NET INCOME / NUMBER OF SHARES issued
ACTIVITIES RATIO
The ratio of financial assets, to evaluate the use of a company by management
To Evaluat efficiency in any use of resources company regarding the profitability
Shows obtaining the company more than others company profits in the same resources
Inventory Turnover Ratio
Measuring the average number of stocks in the stock and sold during the year
(RATES OF SALES / AVARAGE INVENTORIES) = ((RATES OF SALES / (AVAILABILITY THE YEAR-END YEAR) / 2)
Dalam Bahasa Indonesia
TIGA KLASIFIKASI UTAMA RASIO KEUANGAN

Secara sederhana ada 3 (tiga) rasio yang selalu digunakan dalam analisa keuangan:
Rasio Solvabilitas
Rasio Profitabilitas
Rasio Aktivitas
RASIO SOLVABILITAS
Kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban jangka pendek dan panjang tepat pada waktunya
Kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya apabila perusahaan di liquidasi
Liquiditas
Kemampuan Perusahaan untuk membayar kewajiban Jangka pendek tepat pada waktunya
Current Ratio:
(Aktiva lancar/Hutang lancar) X 100%
Quick Ratio
{(Aktiva lancar – persediaan)/Hutang lancar} X 100%
Rasio Solvabilitas
Jangka Panjang
{(Aktiva Lancar + aktiva tetap)/ Total hutang} X 100%
Debt to Equity Ratio:
(Modal sendiri/Total hutang) X 100%

RASIO PROFITABILITAS
Rasio keuangan untuk mengukur pendapatan potensial suatu perusahaan
1. HASIL ATAS PENJUALAN
2. HASIL ATAS INVESTASI
3. LABA PER SAHAM

HASIL ATAS PENJUALAN
Rasio profitabilitas yang meningdikasikan prosentase pendapatannya
PENDAPATAN NETTO / PENJUALAN

HASIL ATAS INVESTASI
Rasio profitabilitas yang mengukur kinerja pendapatan yang diperoleh untuk setiap rupiah yang di investasikan
PENDAPATAN NETTO / TOTAL MODAL SENDIRI

LABA PER SAHAM
Mengukur besarnya deviden yang dapat dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham
LABA BERSIH / JUMLAH SAHAM YANG DIKELUARKAN

RASIO AKTIVITAS
Rasio keuangan untuk mengevaluasi penggunaan asset suatu perusahaan oleh manajemennya
MENGUKUR EFISIENSI DALAM PENGGUNAAN SUMBER DAYA SUATU PERUSAHAAN BERKAITAN DENGAN PROFITABILITAS
MEMPERLIHATKAN PERUSAHAAN YANG MEMPEROLEH LEBIH BANYAK KEUNTUNGAN DIBANDING PERUSAHAAN LAIN PADA SUMBER DAYA YANG SAMA

RASIO PERPUTARAN PERSEDIAAN
Mengukur rata-rata jumlah persediaan dijual dan di stock selama setahun
HARGA POKOK PENJUALAN / RATA-RATA PERSEDIAAN = {HARGA POKOK PENJUALAN / (PERSEDIAAN AWAL TAHUN- AKHIR TAHUN)}/2

The definition Auditing / Definisi Internal Audit

In English
The definition Auditing
Auditing words contain many meanings, from start to the most narrow with the most extensive. If deemed of the most narrow meaning, auditing can berartiengechekan accuracy of the calculations or the existence of physical checks on the accounting records. Meanwhile, the broader meaning includes a review and assessment of the decision-making and performance management in the organization.
Alvin A. Arens
Auditing the activities and collect evidence to evaluate the information that can dikuantifikasi, from an economic entity, to determine and report the level of rapport between the information with the criteria stipulated
The American Accounting Association
As a systematic process to obtain and evaluate evidence objectively, in connection with asersi (a statement) about the action and economic events, to ensure the level keseuaian asersi with the criteria, efforts and results to the user that stakeholders
Sawyer
Internal Audit is a systematic objective assessment by the internal auditors of the various operations and management in the organization, to determine whether:
Financial and operating information accurately
Identified and minimized the risk be minimized of The company
Regulatory and external policies and procedures for both internal and followed Criteria of good operation and has been met
Resources have been used efficiently and economically and
The organization has achieved the goal.
All this is intended to assist organizations in implementing their responsibilities effectively
The Institute of Internal auditors, 1999
Internal Audit is the assurance and consulting activities of the independent and objective dirancanag to provide value-added activities and to promote an organization with the help the organization achieve its objectives. Focus activities include the assessment of the internal audit and increase the effectiveness of risk management and control company. All the activities are done with the normative approach and regular
Dalam Bahasa Indonesia
Pengertian Auditing
Kata Auditing mengandung banyak makna, dari mulai yang paling sempit sampai dengan yang paling luas. Bila dipandang dari arti yang paling sempit, auditing bisa berartiengechekan ketepatan perhitungan atau pengecekan eksistensi fisik atas catatan akuntansi. Sedangkan arti yang lebih luas meliputi review dan penilaian terhadap keputusan dan kinerja manajemen dalam organisasi.

Alvin A. Arens
Auditing sebagai kegiatan mengumpulkan dan mengevaluasi bukti informasi yang dapat dikuantifikasi, dari suatu entitas ekonomi, untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan

The American Accounting Association
Sebagai proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif, berkenaan dengan asersi (pernyataan)tentang tindakan dan peristiwa ekonomi, untuk meyakinkan tingkat keseuaian asersi tersebut dengan kriterianya, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan

Sawyer
Audit Internal adalah sebua penilaian obyektif yang sistematis oleh auditor internal terhadap berbagai operasi dan pengendalian didalam organisasi, untuk menentukan apakah:
Informasi keuangan dan operasi akurat dan andal
Risiko perusahaan diidentifikasi dan diminimalisir
Peraturan perundangan eksternal dan kebijakan dan prosedur internal yang baik dan diikuti
Kriteria operasi yang baik dan telah dipenuhi
Sumber daya telah digunakan secara efisien dan ekonomis dan
Tujuan organisasi telah tercapai.
Semua ini dimaksudkan untuk membantu organisasi dalam melaksanakan tanggung jawabnya secara efektif

The Institute of Internal Auditors, 1999
Audit Internal adalah kegiatan assurance dan konsultasi yang independen dan obyektif yang dirancanag untuk memberikan nilai tambah dan memajukan kegiatan suatu organisasi dengan membantu organisasi tersebut mencapai tujuannya. Fokus kegiatan audit internal meliputi penilaian dan peningkatan efektivitas manajemen risiko dan pengendalian perusahaan. Semua kegiatan tersebut dilakukan dengan pendekatan yang normatif dan teratur